Makna dari setiap kata yang terserak di lantai-lantai yang penuh lumpur sawah
terkembang jelas aura alam yang tak ingin memuji pada manusia
dalam derai angin di tengah matahari yang menegak diatas urat nadi yang lemah
mata kaki yang tenggelam dalam lumpur yang dahaga
kain yang melekat tiada terasa menyibak diantara benih padi yang hampir kering kerontang
hanya suara alam yang mengiringi laju tangan yang mulai lelah
dan diujung kulit yang menghitam karena sang surya enggan terdiam
dan masa yang kian menghujam hati
kedua bola mata ini ingin segera istirahat
dengan segenap kesanggupan dan demi ilalang yang tak pernah tumbang oleh angin malam
dan embun yang selalu datang diwaktu tubuh tersandar
dia akan tetap berdiri dengan bayang hitamnya