Sabtu, 16 Oktober 2010

Ratna, to smile sometimes

Roudhoh Dibawah Menara
                                                                       Miniatur surga

Mari mari mari kemari 
Sepasang bola mata berkeliaaran memenjara jiwa
Setiap sorot syarafnya menhujam misteri hidup, hidup yang dianggap susah
Dimana? Dimana indah manusia? Mengganggap sebongkah isi otak sebagai Tuhan yang bertangan dua
Tuhannya kini sebatas lukisan didinding atap emas
Surga milik Tuhan bisa diganti cek, rupiah maupun uang dolar
Bantuan sesame manusia symbol keagungan
Serentetan ceramahnya tak berbekas, tak beralas daan menindas
Sudut hatinya tak lain hanya imitasi akherat saja yang berbahan dunia
Luka luka diselaput hatinya terselimuti duka belahan jiwanya
Sisa sisa  itu semua hanyalah renda dan pita yang mendiami sudut gelap sang adikuasa
Salam dari penghuni hunian lama
Timoho, 9 desember 2010